Tampilkan postingan dengan label persib bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persib bandung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2014

Ayi Beutik Selalu Ajak Jayalah Persibku Nonton Persib

Ayi Beutik selalu ajak Jayalah Persibku nonton Persib. © jabar.tribunnews.com
Panglima Viking Persib Fans Club, Ayi Suparman alias Ayi Beutik, meninggalkan dua orang anak. Salah satunya Jayalah Persibku (10). Pentolan Viking itu meninggal di RS Advent, Bandung pukul 13.00.

Namanya diberikan Ayi kepada anaknya karena kecintaannya pada Persib Bandung. Saat ditemui di ruang ICU RS Advent, Jaya masih menyisakan senyum setelah beberapa jam sebelumnya tak kuasa membendung air mata melepas kepergian bapaknya.

"Saya nangis kok tadi. Sekarang sudah enggak," kata Jaya seraya tersenyum.

Selama ini, dalam setiap laga tandang Persib, Ayi selalu membawa anak pertamanya ke stadion.

"Saya mulai diajak nonton Persib sejak kelas 5 SD. Pertama kali nonton di Stadion Siliwangi. Selama ini saya suka nonton Persib sama bapak," kata Jaya.

Seiring dengan kematian bapaknya, Jaya mengaku belum tahu apakah dirinya kembali akan menonton Persib di stadion dalam laga kandang.

"Kalau bapak sudah enggak ada, enggak tahu apa akan nonton Persib lagi di stadion atau tidak. Mungkin nonton di rumah saja," ujar Jaya.

 sumber:http://www.persib.co.id/berita-persib-bandung/umpan-silang/7931-ayi-beutik-selalu-ajak-jayalah-persibku-nonton-persib

Belang Indah dari Maung Bandung Bernama Ayi Beutik


Selamat Jalan, Panglima © persib.co.id

"Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang," - Pepatah.
Namun bagi Harimau Bandung bernama Ayi 'Beutik' Suparman, belang dan loreng Maung yang diwariskannya sungguh indah. Itu jika kita mencoba melihatnya dengan mata hati.

Besok, Panpel PERSIB Siapkan 'Salam Perpisahan' Untuk Ayi Beutik

Panpel siapkan salam perpisahan untuk Ayi Beutik © persib.co.id/Jatnika Sadili
Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan kandang PERSIB akan memberikan salam perpisahan untuk Panglima Viking Persib Club (VPC) Ayi Beutik pada laga lanjutan ISL 2014 antara Maung Bandung kontra Persijap Jepara, besok (19/8) besok.

Ridwan Kamil Pimpin One Minute Silence Untuk Ayi Beutik

Ridwan Kamil memimpin One Minute Silence untuk mendoakan Ayi Beutik © persib.co.id/Jatnika Sadili
Sebelum digelarnya laga lanjutan ISL 2014 antara PERSIB kontra Persijap Jepara, suporter Maung Bandung mengheningkan cipta untuk mendoakan Panglima Viking Persib Club (VPC), Ayi Beutik, di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (19/8).

Bobotoh Pun Kenakan T-Shirt Khusus Untuk Ayi

Bobotoh dan Viking mengenakan T-shirt khusu untuk Ayi © persib.co.id/Jatnika Sadili
Sepekan lebih kepergian Ayi Beutik, namun duka cita masih terasa di Bandung. Dalam laga PERSIB Bandung melawan Persijap di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, (19/08) puluhan bobotoh yang datang mengenakan t-shirt khusus untuk Panglima Viking Persib Club (VPC).

Kemenangan Telak Atas Persijap Jadi 'Salam Perpisahan' yang Manis

Firman bersama putra Ayi Beutik, Jayalah Persibku memanjatkan doa sebelum kick off © persib.co.id/Jatnika Sadili
PERSIB sukses memenangkan laga lanjutan ISL 2014 dengan skor telak 5-0 atas tamunya Persijap Jepara di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (19/8) lalu. Selain akan memuluskan laju ke Babak Delapan Besar, hal itu pun dipandang sebagai ‘salam perpisahan’ yang manis untuk Panglima Viking Persib Club (VPC), Ayi Beutik.

Kamis, 05 Juni 2014

Sejarah PERSIB 1995-2009

Sejarah PERSIB 1995-2009

Selasa, 12-02-2013 21:42
Persib 1933 © persib.co.id
Setelah meraih juara Liga Indonesia I 1994-1995, prestasi Persib mulai menurun. Akan tetapi, dalam kompetisi internasional prestasinya cukup mengesankan karena sempat berlaga sampai perempat final Piala Champion Asia. Namun di tanah air Persib harus merelakan trofi Piala Liga Indonesia jatuh ke tangan saudara se-kota Tim Mastrans Bandung Raya yang akhirnya menjadi juara Liga Indonesia II.

Sejarah PERSIB 1991-1994

Persib 1933 © persib.co.id
Pada Kompetisi 1991-1992, Persib gagal mempertahankan gelar setelah kalah 1-2 dari PSM di semifinal, dan 1-2 dari Persebaya pada perebutan tempat ketiga dan keempat. Pada tahun 1993 Wahyu Hamijaya dipilih menjadi ketua umum Persib menggantikan Ateng Wahyudi. Pada kompetisi penutup Perserikatan 1993-1994 Persib meraih gelar juara setelah di final mengalahkan PSM 2-0 melalui gol Yudi Guntara dan Sutiono Lamso. Persib pun berhak membawa pulang Piala Presiden untuk selamanya karena kompetisi berikutnya berubah nama menjadi Liga Indonesia, yang pesertanya dari Galatama dan Perserikatan.

Sejarah PERSIB 1986-1990

 

Persib 1933 © persib.co.id
Pada tahun 1985 Ateng Wahyudi menjadi ketua umum Persib menggantikan Solihin GP. Harapan yang dinantikan meraih juara kembali akhirnya terwujud. Pada Kompetisi Perserikatan 1986, Persib yang ditangani pelatih Nandar Iskandar meraih juara setelah di final mengalahkan Perseman Manokwari 1-0 melalui gol tunggal Djadjang Nurdjaman, di Stadion Senayan

Sejarah PERSIB 1970-1985

Persib 1933 © persib.co.id
Pada tahun 70-an, Persib mengalami masa sulit dan miskin gelar. Namun, Max Timisela, yang menempati posisi gelandang menjadi langganan tim nasional. Puncaknya pada Kompetisi Perserikatan 1978-1979, Persib terdegradasi ke Divisi I.

Sejarah PERSIB 1941-1969

Persib 1933 © persib.co.id
Setelah Indonesia merdeka, pada 1950 digelar Kongres PSSI di Semarang dan Kompetisi Perserikatan. Persib yang pada saat itu dihuni oleh Aang Witarsa, Amung, Andaratna, Ganda, Freddy Timisela, Sundawa, Toha, Leepel, Smith, Jahja, dan Wagiman hanya mampu menjadi runner-up setelah kalah bersaing dengan Persebaya Persebaya.

Sejarah PERSIB 1933-1940

 

Persib 1933 © persib.co.id
Sebelum lahir nama Persib, pada tahun 1923 di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakn i R. Atot.